Minggu, 29 Maret 2015

bahaya asap rokok bagi orang lain


bahaya asap rokok bagi orang lain

Asap rokok sangat membahayakan manusia dan merupakan penyebab penting terganggunya kesehatan manusia, baik bagi perokok maupun bagi kita yang tidak merokok.

Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk zat yang sering dijumpai dalam kandungan polusi udara yang berbahaya, zat yang terdapat dalam sampah berbahaya, lebih dari 50 jenis zat penyebab kanker dan lebih dari 100 bahan kimia beracun lainnya.

Beberapa zat yang telah familiar dengan kita diantaranya karbonmonoksida yang dapat menurunkan kadar oksigen, nikotin penyebab kecanduan dan bisa menurunkan kerja otot hati, dan tar (campuran beragam zat-zat beracun). Bahkan, Environmental Protection Agency Amerika menggolongkan rokok sebagai karsinogen kelas A, disejajarkan dengan asbeston, arsenik, benzene, dan radon.

Banyak unsur beracun dari asap rokok yang bersifat genotoxic (misalnya: menyebabkan kerusakan pada sel DNA yang akhirnya mengakibatkan mutasi sel yang tidak terkendali atau kanker).

Orang yang tidak merokok sangat dirugikan oleh asap rokok, karena asap rokok akan terhisap oleh siapa saja yang berada dekat si perokok.

Beberapa penyakit yang bisa timbul pada perokok pasif, menurut British Medical Association (BMA), antara lain :


  • Bagi orang dewasa;


  1. Kanker paru-paru
  2. Penyakit jantung koroner
  3. Penyakit hati
  4. Asma
  5. Bronkitis
  6. Stroke
  7. Terganggunya pertumbuhan janin
  8. Bayi lahir prematur


  • Bagi anak-anak;


  1. Sindrom kematian mendadak pada bayi atau Cot death (Sudden infant death syndrome)
  2. Infeksi/peradangan telinga
  3. Infeksi/peradangan pernapasan
  4. Asma atau "bibit" asma (yang akan diderita setelah dewasa nanti)
  5. Pneumonia
  6. Bronkhitis


  • Dampak buruk lainnya;


  1. Pemendekan nafas
  2. Nausea
  3. Iritasi pernafasan
  4. Sakit kepala
  5. Batuk
  6. Iritasi mata


Itulah tadi bahaya dari asap rokok bagi manusia. Terutama pada perokok pasif (orang yang didekat perokok). Disamping merugikan diri sendiri, ternyata rokok lebih membahayakan orang lain di sekitarnya. Maka dari itu berhentilah_merokok_sekarang_juga!!!.

Minggu, 15 Maret 2015

sehat jasmani dan rohani tanpa rokok

Melalui blog saya yang sederhana ini saya  akan mengungkapkan pengalaman saya tentang rokok.
Dulu saya adalah pemakai rokok kelas berat. Dalam sehari saya dapat menghabiskan 20 sampai 30 batang rokok.
Saya mulai mengenal rokok mulai sekoah STM, yaitu sekitar tahun 2000. Awalnya mulai dari coba-coba bersama teman-teman, dikasih teman, dan juga berebut rokok gratis dalam sebuah promosi rokok.
Konsumsi saya atas rokok semakin meningkat setelah saya praktek kerja lapangan, disamping karena lingkungan yang mendukung, juga karena saat itu saya sudah mulai mendapat gaji. Jadi saya merasa sudah bisa beli rokok sendiri.
Seiring perjalanan waktu, konsumsi rokok saya semakin meningkat. Dalam sehari bisa sampai 30 batang rokok yang saya habiskan. Entah candu apa yang terdapat dalam rokok itu. Seakan-akan nggak ada puasnya merokok. Habis buang sambung lagi, habis buang sambung lagi. Gitu terus tiap hari.
Hingga pada suatu malam sambil merokok entah sampai habis 5 atau 6 batang. Saat itu timbul sekilas dalam pikiran saya; saya merokok sampai segininya itu apa yang saya dapat? Dan anehnya saat itu aku juga tak tahu jawabannya. Kepuasan? Bukan. Kenikmatan? Bukan. Ketenangan? Kesenangan? Enggak! Malahan kerugian yang saya dapatkan. Mulai dari kerugian yang bersifat material, spiritual, jasmani maupun rohani.
Kerugian materi sudah sangat jelas karena kita membeli rokok dengan uang, bukan dengan daun. Kalau kita mau menghitung secara bodohnya saja, menurut matematika; bila kita dalam sehari beli rokok misalkan 10.000 maka dalam satu tahun kita sudah membakar uang 3.650.000. Karena saya merokok sudah 15 tahun maka itungannya jadi 3.650.000 x 15 = 54.750.000 rupiah. Wah... sebuah angka yang sangat fantastis buat saya. Seandainya saya tidak merokok, dan uangnya aku tabung , tentunya uang tabungan aku sudah banyak.
Yang kedua adalah kerugian secara sepiritual. Bisa dikatakan secara agama saya tentang hukum rokok ada 3 fersi. Ada yang membolehkan (mubah), ada yang makruh, dan ada yang mengharamkan. Tetapi bisa dikatakan halal tentunya harus mempunyai nilai manfaat, maka karena rokok nggak ada manfaatnya jadi hukumnya bukan halal lagi. Dan karena rokok merugikan baik perokok maupun orang lain maka hukumnya bukan lagi makruh tapi haram.
Kerugian yang selanjutnya adalah kerugian jasmani. Dan pastinya sudah jelas akan bahaya dari menghisap rokok. Karena seharusnya paru-paru kita menghirup oxigen, e malah di isi dengan asap rokok yang kotor dan tentunya akan meninggalkan sisa-sisa asap rokok dalam paru-paru maupun tenggorokan. Coba bayangkan sebuah panci yang digunakan untuk memasak maka akan timbul kerak hitam karena kena asap dapur. Dan pada saluran tenggorokan kita pastinya akan timbul banyak dahak terutama pada pagi hari. Hal itu terjadi sebagai reaksi dari organ tubuh kita yang akan mengeluarkan kotoran dalam tenggorokan.
Dan kerugian yang selanjutnya adalah kerugian rohani. Dapat kita jabarkan sebagai kerugian mental. Yaitu mental seorang perokok akan menjadi sangat tergantung dengan rokok. Istilah kata nggak ngrokok nggak melek. Kalau sudah begini akan repot karena mau melakukan pekerjaan apa saja harus ditemani dengan rokok. Mereka berpikiran kalau nggak ngrokok akan ngantuk, nggak bisa konsentrasi dan sebagainya. Padahal itu semua hanya mitos. Nyatanya orang yang nggak pernah merokok juga bisa bekerja, juga bisa konsen tanpa rokok.Mau-maunya kita di perbudak oleh rokok yang faktanya nggak ada gunanya sama sekali bagi manusia malah banyak merugikannya.
Karena alasan-alasan itulah saya mulai memutuskan untuk berhenti merokok. Dan Alhamdulillah sampai saat ini saya sudah 3minggu tanpa menghisap rokok. Dan semoga saja bisa berhenti total selamanya...Amiin.
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Dan semoga bisa mulai memikirkan untung ruginya dari kebiasaan merokok.
berhentilah merokok sekarang juga!!!...


Baca juga